Jalan Tol Cijago (kependekan dari jalan tol Cinere-Jagorawi) adalah jalan tol yang diresmikan tanggal 27 Januari 2012 lalu. Panjang jalan tol ini adalah 3,7 kilometer. Nantinya, tol Cijago ini akan berujung sampai ke Cinere,Depok dan bus kota dan jarak jauh atau menengah dari Terminal Depok akan melintasi Jalan tol jagorawi tanpa melewati Lenteng Agung dan Pasar Minggu. Ruas yang beroperasi hanya ruas Cisalak - Jagorawi yang diresmikan tahun 2012 lalu. Sedangkan ruas Cinere - Cisalak akan dibangun dalam waktu dekat. Jalan tol ini merupakan bagian dari Jalan tol lingkar luar jakarta 2
Pembangunan ruas tol Cijago merupakan singkatan dari tol
Cinere – Jagorawi. Ruas jalan tol ini sejauh 14,7 km ini akan membelah kawasan
Depok sehingga memudahkan perpindahan kendaraan dari daerah Cinere ke Jagorawi.
Ruas jalan tol Cijago ini merupakan bagian dari jaringan Tol Jakarta Outer Ring
Road (JORR) 2 yang melingkar dari Bandara Soekarno – Hatta hingga Tanjung
Priok. Jaringan JORR 2 merupakan lingkaran kedua dari jaringan tol JORR.
3 Sesi
Pembangunan jalan Tol Cinere – Jagorawi terbagi menjadi 3
(tiga) seksi. Seksi I (Jagorawi – Raya Bogor) sepanjang 3,70 km telah selesai
pembangunannya dan telah beroperasi sejak tanggal 27 Januari 2012. PT
Translingkar Kita Jaya akan memulai pembangunan Seksi II (Raya Bogor – Kukusan)
sepanjang 5,50 Km dan diharapkan Seksi III (Kukusan – Cinere) sepanjang 5,44.
Menurut rencana jalan Tol Cinere-Jagorawi akan memiliki pintu masuk-keluar di
Cibubur (Raffles Hills), jalan Raya Bogor, jalan Margonda Raya dan simpang
susun Krukut. Pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi sepanjang 14 km ini akan
melintas di lima empat kecamatan yaitu Sawangan, Limo, Beji, Sukmajaya dan
Cimanggis. Pembangunan jalan Tol Cijago akan membawa dampak yang signifikan
dalam mengurangi kemacetan yang ada di daerah Cinere dan Depok. Diharapkan
pengguna jalan di Cinere, Depok Tanggerang bisa melalui jalan alternative ini.
Akibatnya kemacetan disekitar daerah itu bisa terurai
Investasi
Pada awalnya pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi
membutuhkan dana sebesar Rp. 2,4 Trilyun yang berasal dari equity PT. Translingkar
Kita Jaya dan didukung pendanaan melalui sindikasi perbankan yang terdiri dari
Bank Mandiri, Bank DKI dan Bank Jatim. Namu seiring dengan perkembangan situasi
seperti inflasi dan naiknya nilai harga tanah yang akan dilintasi tol ini maka
kebutuhan dana untuk investasi ini membengkak sekitar 20 persen. Saat ini
sedang berlangsung pembangunan Sesi II anah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
konstruksi Seksi II seluas + 53,02 Ha dan telah dibebaskan seluas + 50 Ha. Sisa
tanah yang belum dibebaskan saat ini dalam proses penyelesaian baik melalui
musyawarah maupun konsinyasi dan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu
secepatnya sehingga pertengahan tahun 2016 ini Sesi II bisa selesai.
Pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II seluruhnya berlokasi di wilayah
Kota Depok, Jawa Barat dan dibangun menggunakan konstruksi perkerasan kaku
(rigid pavement) dengan jumlah lajur 2 x 3 lajur serta didesain dengan
kecepatan rencana 100 km/jam.
JORR2
Tol Cijago yang
memiliki panjang 14,7km ini akan menjadi bagian dari JORR 2. Pembangunan jalan
tol Cijago akan membebaskan lahan seluas 135 hektar. Jalan tol ini akan
dirancang memiliki 2x3 jalur dengan lebar 65 meter serta dirancang agar
kendaraan bisa dipacu 100km per jam. JORR 2 akan memiliki 7 ruas tol yang dikembangkan
oleh berbagai BUJT. Ketujuh ruas tol tersebut adalah: Ruas Cengkareng -
Kunciran sepanjang 15,2km Ruas Kunciran - Serpong sepanjang 11,2 km Ruas
Serpong-Cinere sepanjang 11,19km Ruas Cinere –Cimanggis (Jagorawi) sepanjang
14,7km Ruas Cimanggis - Cibitung sepanjang 25,4 km Ruas Cibitung – Cilincing
sepanjang 33,9 km Ruas Cilincing - Tanjung Priok sepanjang 12,1 km.
Rute
Gerbang Tol
|
KM
|
Destinasi
|
Rest Area
|
KM
|
Dari
|
Cisalak Interchange
|
0
|
||||
Cimanggis
|
5, 3
|
||||
Cimanggis Barat
|
6, 9
|
||||
Cimanggis Timur
|
7, 1
|
||||
Cimanggis Tengah
|
8
|
||||
Cimanggis Utama
|
8, 53
|
Gerbang Awal (Bogor/Depok)
|
|||
Rest Area
|
Timur
|
3, 43
|
Masjid, Restoran, SPBU, Toilet, Toko
|
||
Cinere
|
10
|
Tol Cijago positif bagi perekonomian Depok
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menyampaikan cerita suka
duka selama pembangunan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang sudah mulai digagas
sejak 2006 hingga akhirnya kini dilakukan pembangunan seksi II. Nur Mahmudi
menyebutnya hal itu sebagai sebuah ikhtiar panjang.
Dia menambahkan, pembangunan jalan tol seksi II Raya Bogor-Kukusan, hal ini berkat tekad, niat, dan usaha bersama-sama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah. Pembangunan jalan tol, kata dia, dirasa sangat perlu sebagai unsur pendukung kemajuan Kota Depok.
"Nanti, kami akan membutuhkan pembedahan jalan baru, kami juga berharap dukungan dari Kementerian PU, semoga pembangunan kita dapat kembangkan lebih jauh lagi. Tidak hanya sekedar jalan yang sering dipakai, tetapi juga dapat membuat Depok menjadi Kota dengan pertumbuhan paling tinggi di Jawa Barat," tuturnya di lokasi groundbreaking, Depok, Kamis (20/3/2014).
Nur Mahmudi juga mengatakan, berdasarkan pengalaman pembangunan seksi I yang mulai dioperasikan 2012 mampu membuat pertumbuhan ekonomi kota meningkat. Dengan pembangunan seksi II ini, ia berharap akan memberikan dampak positif bagi Kota Depok, baik dari bidang perdagangan jasa, dan bidang lainnya.
"Meskipun terkadang sedikit mengalami hambatan dalam pembebasan lahan,kami terus berupaya agar mengomunikasikan dengan tepat kepada masyarakat, dan memusyawarahkan dengan masyarakat untuk mendapatkan titik temu. TPT pasti membebaskan lahan pada pemilik resmi, dan melakukan semuanya sesuai dengan tata aturan dan prosedur yang berlaku,” tuturnya.
Dalam teori tata ruang, kata Nur Mahmudi, wilayah Depok belum masuk ke dalam kategori kota metropolis ideal, yakni luas jalan masih 3-4 persen. Sementara diusulkan untuk sebuah kota metropolis yang baik dan tertib minimal harus 8 persen.
"Maka pebangunan jalan tol perkuat percepatan jalan kami tingkatkan fasilitas pendukung yakni berupa pembangunan terminal tipe A bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan," tuturnya.
Secara simbolis Menteri PU Djoko Kirmanto bersama Walikota Depok, membunyikan sirene sebagai tanda dimulainya pencanangan pembangunan, Tol Raya Bogor-Kukusan Sesi II, dilanjutkan dengan peninjauan mesin bor.
Dia menambahkan, pembangunan jalan tol seksi II Raya Bogor-Kukusan, hal ini berkat tekad, niat, dan usaha bersama-sama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Daerah. Pembangunan jalan tol, kata dia, dirasa sangat perlu sebagai unsur pendukung kemajuan Kota Depok.
"Nanti, kami akan membutuhkan pembedahan jalan baru, kami juga berharap dukungan dari Kementerian PU, semoga pembangunan kita dapat kembangkan lebih jauh lagi. Tidak hanya sekedar jalan yang sering dipakai, tetapi juga dapat membuat Depok menjadi Kota dengan pertumbuhan paling tinggi di Jawa Barat," tuturnya di lokasi groundbreaking, Depok, Kamis (20/3/2014).
Nur Mahmudi juga mengatakan, berdasarkan pengalaman pembangunan seksi I yang mulai dioperasikan 2012 mampu membuat pertumbuhan ekonomi kota meningkat. Dengan pembangunan seksi II ini, ia berharap akan memberikan dampak positif bagi Kota Depok, baik dari bidang perdagangan jasa, dan bidang lainnya.
"Meskipun terkadang sedikit mengalami hambatan dalam pembebasan lahan,kami terus berupaya agar mengomunikasikan dengan tepat kepada masyarakat, dan memusyawarahkan dengan masyarakat untuk mendapatkan titik temu. TPT pasti membebaskan lahan pada pemilik resmi, dan melakukan semuanya sesuai dengan tata aturan dan prosedur yang berlaku,” tuturnya.
Dalam teori tata ruang, kata Nur Mahmudi, wilayah Depok belum masuk ke dalam kategori kota metropolis ideal, yakni luas jalan masih 3-4 persen. Sementara diusulkan untuk sebuah kota metropolis yang baik dan tertib minimal harus 8 persen.
"Maka pebangunan jalan tol perkuat percepatan jalan kami tingkatkan fasilitas pendukung yakni berupa pembangunan terminal tipe A bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan," tuturnya.
Secara simbolis Menteri PU Djoko Kirmanto bersama Walikota Depok, membunyikan sirene sebagai tanda dimulainya pencanangan pembangunan, Tol Raya Bogor-Kukusan Sesi II, dilanjutkan dengan peninjauan mesin bor.

