SOFT SKILL
Selasa, 22 Januari 2019
Rabu, 07 November 2018
Minggu, 15 April 2018
Konsep Teori Antrian
TEORI
ANTRIAN
Antrian
adalah suatu kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari–hari. Menunggu di depan
loket untuk mendapatkan tiket kereta api atau tiket bioskop, pada pintu jalan
tol, pada bank, pada kasir supermarket, dan situasi–situasi yang lain merupakan
kejadian yang sering ditemui. Studi tentang antrian bukan merupakan hal yang
baru.
Dalam dunia
nyata kita tidak suka menunggu, maka tak heran bila kita punya pendapat bahwa
menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan.
Antrian
timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas)
pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak
bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal,
tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau
untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan
tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai di bawah
tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang
akan mengakibatkan hilangnya pelanggan / nasabah.
Konsep Teori Antrian
Antrian yang
sangat panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan sangatlah
menjengkelkan. Rata – rata lamanya waktu menunggu (waiting time) sangat
tergantung kepada rata – rata tingkat kecepatan pelayanan (rate of services).
Teori tentang antrian diketemukan dan dikembangkan oleh A. K. Erlang, seorang
insinyur dari Denmark yang bekerja pada perusahaan telepon di Kopenhagen pada
tahun 1910. Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi permintaan fasilitas
telepon yang berhubungan dengan automatic dialing equipment, yaitu peralatan
penyambungan telepon secara otomatis.
Dalam waktu – waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelepon secepatnya, sehingga para penelepon harus antri menunggu giliran, mungkin cukup lama. Persoalan aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator, kemudian pada tahun 1917 penelitian dilanjutkan untuk menghitung kesibukan beberapa operator. Dalam periode ini Erlang menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul Solution of some problems in the theory of probabilities of significance in Automatic Telephone Exhange. Baru setelah perang dunia kedua, hasil penelitian Erlang diperluas penggunaannya antara lain dalam teori antrian (Supranto, 1987).
Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda – beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut
Dalam waktu – waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelepon secepatnya, sehingga para penelepon harus antri menunggu giliran, mungkin cukup lama. Persoalan aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator, kemudian pada tahun 1917 penelitian dilanjutkan untuk menghitung kesibukan beberapa operator. Dalam periode ini Erlang menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul Solution of some problems in the theory of probabilities of significance in Automatic Telephone Exhange. Baru setelah perang dunia kedua, hasil penelitian Erlang diperluas penggunaannya antara lain dalam teori antrian (Supranto, 1987).
Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda – beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut
1. Sistem
pelayanan komersial
2. Sistem pelayanan bisnis – industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social
2. Sistem pelayanan bisnis – industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social
Sistem pelayanan komersial merupakan aplikasi yang sangat luas dari model – model antrian, seperti restoran, kafetaria, toko, salon, butik, supermarket, dan sebagainya. Sistem pelayanan bisnis – industri mencakup lini produksi, sistem material – handling, sistem pergudangan, dan sistem – sistem informasi komputer. Sistem pelayanan sosial merupakan sistem – sistem pelayanan yang dikelola oleh kantor – kantor dan jawatan – jawatan lokal maupun nasional, seperti kantor registrasi SIM dan STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dan lain – lain.
1. Antrian memiliki komponen-komponen dasar, yaitu
sebagai berikut :
a. Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya
orang, mobil, panggilan telepon untuk dilayani, dan lain – lain. Unsur ini
sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau
biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya
merupakan variabel acak. variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa
berapa saja sebagai hasil dai percobaan acak. Variabel acak dapat berupa
diskrit atau kontinu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa
nilai saja, maka ia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya
dimungkinkan bervariasi pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak
kontinu. Kedatangan pelanggan untuk masjuk dalam sistem antrian terbagi menjadi
dua yaitu kedatangan secara individu dan kedatangan secara kelompok.
b. Pelayan
Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari
satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap – tiap
fasilitas pelayanan kadang – kadang disebut sebagai saluran (channel). Pelayanan kepada pelanggan
juga terbagi menjadi dua yaitu pelayanan secara individual dan pelayanan secara
kelompok.
c. Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri.
Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses
pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau
kelebihan fasilitas pelayanan. Penentu antrian lain yang penting adalah
disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara
melayani pengantri. Ada 4 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu
:
1) FirstCome
FirstServed (FCFS) atau FirstIn FirstOut (FIFO) artinya,
lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (keluar). Misalnya, antrian
pada loket pembelian tiket bioskop.
2) LastCome
FirstServed (LCFS)
atau LastIn FirstOut (LIFO) artinya,
yang tiba terakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam
elevator untuk lantai yang sama.
3) Service
In Random Order (SIRO)
artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak soal siapa yang
lebih dulu tiba.
4) Priority
Service (PS) artinya,
prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih
tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah,
meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis
tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya
seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain
dalam suatu tempat praktek dokter.
2. Model Antrian
Ada 4 model struktur antrian dasar yang umum terjadi
dalam seluruh sistem antrian :
a.
Single Channel – Single Phase
Single Channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem
pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan.
b.
Single Channel – Multi Phase
Istilah Multi
Phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara
berurutan (dalam phasephase). Sebagai contoh : pencucian mobil.
c.
Multi Channel – Single Phase
Sistem Multi
Channel – Single Phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih
fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal, sebagai contoh model ini
adalah antrian pada pom bensin.
d.
Multi Channel – Multi Phase
Sistem Multi
Channel – Multi Phase Sistem
ini mempunyai beberapa fasilitas pada setiap tahap sehingga lebih dari satu
individu dapat dilayani pada suatu waktu Sebagai contoh, pelayanan kepada pasien di rumah sakit
mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan sampai pembayaran. Setiap sistem
– sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya.
Jumat, 23 Maret 2018
solusi kemacetan di jalan akses UI
RISET OPERASI
Hammam Harits Wicaksono
13316170
2TA01
13316170
2TA01
Solusi kemacetan jln Komjen Pol M Jasin.
Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang kemacetan yang terjadi di Jalan Komjen Pol M Jasin atau yang sering disebut jalan Akses UI ,Depok Jawa Barat. Jalan Akses UI merupakan jalan yang dilalui untuk melakukan berbagai aktivitas seperti berangkat kerja dan melakukan aktifitas perkuliahan oleh warga yang tinggal di daerah Depok maupun Jakarta Timur.
Namun apakah yang menyebabkan terjadinya kemacetan yang sangat parah di Jalan Komjen Pol M Jasin?
Sumber : Google maps
Setelah melihat gambar diatas, pasti pembaca akan berpikir bahwa jalan tersebut sudah cukup besar. Jalan raya Komjen Pol M Jasin ini memang sudah cukup lebar akan tetapi Jalan raya yang tepatnya melewati kali ciliwung ini merupakanpertemuan dari arah margonda, arah lenteng agung maupun dari arah universitas Indonesia.
ANALISA
Jadi menurut saya, kemacetan yang terjadi di ruas jalan akses UI, tepatnya melintasi sungai ciliwung adalah akibat permasalahan sebagai berikut :
1. Desain jalan yang kurang baik.
2. Banyaknya adanya dua arus jalan.
3. Pengaturan lalu lintas yang buruk.
4. Penyemintan jalan.
SOLUSI
Menurut saya ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi adanya kemacetan di Jalan akses UI, salah satunya dengan melebarkan jalan dan jembatan yang melintasi sungai ciliwung. Permasalahan kemacetan juga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain transportasi umum (angkot), mobil pribadi, motor, dan kondisi jalan. Dimana kita bisa menyelesaikan masalah tersebut secara bertahap.
Sabtu, 28 Oktober 2017
Tugas
Kedua Pemidahan Tanah Mekanis
1. Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan dalam
pekerjaan konstruksi!
Jawab :
DOZER merupakan
traktor yang dipasangkan blade dibagian depannya. Blade berfungsi untuk
mendorong, atau memotong material yang ada didepannya. Kondisi lahan proyek
kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan
tersebut mulai diolah. Ada beberapa macam jenis blade yang dipasangkan pada
dozer. Pemilihan jenis balde tergantung pada jenis pekerjaan yang akan
dilakukan. Jenis blade yang umum dipakai adalah straight blade (S-balde), angle
blade (A-blade), universal blade (U-blade) dan cushion blade (C-blade).
MOTOR
GRADE adalah
salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah,
biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu
ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya. disamping
itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain
misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul,
pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk
penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang
memuaskan.
EXCAVATOR backhoe atau
shovel adalah suatu alat berat yang diperuntukkan memindahkan suatu material,
sehingga dapat meringankan pekerjaan yang berat apabila dilakukan dengan tenaga
manusia. Dan juga untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga dapat menghemat
waktu. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat,
karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.
LOADER Adalah mesin
yang digunakan untuk memindahkan tanah yang sudah dikumpulkan buldozer ke dump
truck. Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket
loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat
pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau
tidak keras.
TRUK Merupakan alat
berat yang berfungsi untuk memindahkan material – material dalam jumlah yang
banyak. Ada berbagai jenis truk yang ada di alam semesta ini misalnya dump
truck, articulated dump truck, off highway truck
TIANG
PANCANG Proyek-proyek
besar seperti gedung pencakar langit memerlukan fondasi yang kuat untuk
menyangga beban yang besar di atasnya. Jika daya dukung tanah dilokasi tidak
memungkinkan untuk menahan beban yang besar,, fondasi semacam ini sangat
diperlukan. Bentuk dari pondasi yang umum dipakai sebagai penyangga bangunan
adalah pondasi tiang.
DOUBLE
DRUM ROLLER terdiri
atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers).
Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak
halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini
memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14
ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting)
berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan
kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem
roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan
yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.
PNEUMATIC
TIRED ROLLER Roda-roda
penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic).
Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang
tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang.
Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah
sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap
permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar
tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda
dapat "bergoyang" mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat
memperbesar "kneading action" tadi. Pneumatic tired roller sangat cocok
digunakan pada pekerjaan penggilasan bahangranular, juga baik digunakan pada
penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya
tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan
mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan
mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9
sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang),
11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang),
15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).
ASPHALT
FINISHER adalah
alat untuk menghamparkan campuran aspal yang dihasilkan dari alat produksi
aspal. Terdapat dua jenis asphalt finisher yaitu jenis crawler yang menggunakan
roda kelabang dan jenis roda karet. Kelebihan dari asphalt finisher roda
kelabang adalah dalam hal daya ambang (flotation), traksi, dan penghamparannya
lebih halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang menggunakan
roda karet dengan ukuran yang sama. Kelebihan dari asphalt finisher roda karet
adalah dalam hal manuver yang lebih cepat.
TOWER
CRANE merupakan
pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup
lengkap, yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting)menggeser (trolleying),
menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang
ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja
yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas
transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan
juga untuk proses bongkar muatan.Selain itu dapat juga berupa crawler crane,
sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena
pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang
relatif tinggi
2. Jelaskan perbedaan
dan persamaan fungsi alat bulldoszer dan motor grader!
Jawab:
Perbedaan fungsi Buldozer dan motor
garder, antara lain :
a) Buldozer
· Menggali
· Mendorong
· Menggusur material
· Menarik beban
· Meripping,
b) Motor Grader
· Mengupas (stripping) dan meratakan permukaan tanah/jalan
· Membuat kemiringan pada tanah/jalan
· Membentuk kemiringan tebing/slope
· Membuat saluran air secara sederhana
Untuk pekerjaan konstruksi
penggalian bulldozer dan motor grader mempunyai kesamaan, meliputi
sama-sama memiliki pisau atau istilahnya blade yang fungsinya untuk pemindah
dan meratakan tanah yang bergelombang, adapun fungsi lain dari bulldozer adalah
untuk menggali, mendorong dan menarik material.
3. Jelaskan cara kerja Bulldozer!
Jawab:
1. Memasukan kunci kedalam kontak kunci dan putar ke kanan
untuk
menghidupkan mesin.
2. Menarik tuas kontrol transmisi, biasanya ada di sisi kiri
kursi pengemudi. dorong kedepan untuk mengubah transmisi ke forward atau tarik
kembali untuk merubah transmisi ke reverse.
3. Menyesuaikan gigi transmisi dengan kecepatan yang
dikehendaki
4. Kontrol blade dengan blade controller yang biasanya terlatak
pada sisi kanan
kursi pengemudi. Mendorong kontroler
kedepan untuk menurunkan blade atau
Tarik untuk menaikan blade.
4. Jelaskan cara kerca excavator!
Jawab:
Bagian Dasar Alat Kontrol Excavator :
a. Tuas / Panel di sebelah Kanan : Untuk mengoperasikan
bucket dan boom
· Jika tuas didorong ke depan maka akan menurunkan boom
· Jika tuas ditarik ke belakang maka akan menaikan boom
· Jika tuas digeser ke kiri maka akan menutup bucket
· Jika tuas digeser ke kanan maka akan membuka bucket
b. Tuas / Panel di Sebelah Kiri : Untuk mengoperasikan arah
kabin dan arm
· Jika tuas didorong ke depan maka akan menurunkan arm
· Jika tuas ditarik ke belakang maka akan menaikan arm
· Jika tuas digeser ke kiri maka akan menggeser kabin ke
kiri
· Jika tuas digeser ke kanan maka akan menggeser kabin
ke kanan
c. Lock / Shut-Off Lever (biasanya berada di paling kiri) :
Untuk mengunci tuas / panel
excavator
· Jika tuas ditarik ke atas maka akan mengunci seluruh
kegiatan excavator
· Jika tuas didorong ke bawah maka excavator dapat
dioperasikan kembali
d. Tuas / Pedal Track kiri dan kanan (berada di depan) :
Untuk maju / mundur dan belok
track excavator
· Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke belakang maka
excavator akan maju
· Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke depan maka
excavator akan mundur
· Jika tuas kanan ditarik ke belakang maka excavator
akan belok ke kiri
· Jika tuas kiri ditarik ke belakang maka excavator akan
belok ke kanan
5. Jelaskan perbedaan fungsi alat berat Dum truk dengan
Trailer?
Jawab:
DUM
TRUK
Dump Truck berfunsi sebagai alat
angkut material-material bangunan (tanah, besi
tulangan, semen, batu bata, dll)
TRAILER
Trailer berfungsi juga sebagai alat
angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas
dump truck. Misalnya, sebagai alat
angkut alat berat.
Langganan:
Postingan (Atom)







