Minggu, 15 April 2018

Konsep Teori Antrian



TEORI ANTRIAN

Antrian adalah suatu kejadian yang biasa dalam kehidupan sehari–hari. Menunggu di depan loket untuk mendapatkan tiket kereta api atau tiket bioskop, pada pintu jalan tol, pada bank, pada kasir supermarket, dan situasi–situasi yang lain merupakan kejadian yang sering ditemui. Studi tentang antrian bukan merupakan hal yang baru.
Dalam dunia nyata kita tidak suka menunggu, maka tak heran bila kita punya pendapat bahwa menunggu adalah pekerjaan yang paling menyebalkan.

Antrian timbul disebabkan oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan tambahan, akan menimbulkan pengurangan keuntungan mungkin sampai di bawah tingkat yang dapat diterima. Sebaliknya, sering timbulnya antrian yang panjang akan mengakibatkan hilangnya pelanggan / nasabah.

Konsep Teori Antrian

Antrian yang sangat panjang dan terlalu lama untuk memperoleh giliran pelayanan sangatlah menjengkelkan. Rata – rata lamanya waktu menunggu (waiting time) sangat tergantung kepada rata – rata tingkat kecepatan pelayanan (rate of services). Teori tentang antrian diketemukan dan dikembangkan oleh A. K. Erlang, seorang insinyur dari Denmark yang bekerja pada perusahaan telepon di Kopenhagen pada tahun 1910. Erlang melakukan eksperimen tentang fluktuasi permintaan fasilitas telepon yang berhubungan dengan automatic dialing equipment, yaitu peralatan penyambungan telepon secara otomatis.

        Dalam waktu – waktu yang sibuk operator sangat kewalahan untuk melayani para penelepon secepatnya, sehingga para penelepon harus antri menunggu giliran, mungkin cukup lama. Persoalan aslinya Erlang hanya memperlakukan perhitungan keterlambatan (delay) dari seorang operator, kemudian pada tahun 1917 penelitian dilanjutkan untuk menghitung kesibukan beberapa operator. Dalam periode ini Erlang menerbitkan bukunya yang terkenal berjudul Solution of some problems in the theory of probabilities of significance in Automatic Telephone Exhange. Baru setelah perang dunia kedua, hasil penelitian Erlang diperluas penggunaannya antara lain dalam teori antrian (Supranto, 1987).

        Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda – beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hillier dan Lieberman adalah sebagai berikut
1. Sistem pelayanan komersial
2. Sistem pelayanan bisnis – industri
3. Sistem pelayanan transportasi
4. Sistem pelayanan social

        Sistem pelayanan komersial merupakan aplikasi yang sangat luas dari model – model antrian, seperti restoran, kafetaria, toko, salon, butik, supermarket, dan sebagainya. Sistem pelayanan bisnis – industri mencakup lini produksi, sistem material – handling, sistem pergudangan, dan sistem – sistem informasi komputer. Sistem pelayanan sosial merupakan sistem – sistem pelayanan yang dikelola oleh kantor – kantor dan jawatan – jawatan lokal maupun nasional, seperti kantor registrasi SIM dan STNK, kantor pos, rumah sakit, puskesmas, dan lain – lain.
1.      Antrian memiliki komponen-komponen dasar, yaitu sebagai berikut :
a.       Kedatangan
Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan telepon untuk dilayani, dan lain – lain. Unsur ini sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya merupakan variabel acak. variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dai percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka ia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak kontinu. Kedatangan pelanggan untuk masjuk dalam sistem antrian terbagi menjadi dua yaitu kedatangan secara individu dan kedatangan secara kelompok.

b.      Pelayan
Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap – tiap fasilitas pelayanan kadang – kadang disebut sebagai saluran (channel). Pelayanan kepada pelanggan juga terbagi menjadi dua yaitu pelayanan secara individual dan pelayanan secara kelompok.

c.       Antri
Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan. Penentu antrian lain yang penting adalah disiplin antri. Disiplin antri adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Ada 4 bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu :
1)      FirstCome FirstServed (FCFS) atau FirstIn FirstOut (FIFO) artinya, lebih dulu datang (sampai), lebih dulu dilayani (keluar). Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop.
2)      LastCome FirstServed (LCFS) atau LastIn FirstOut (LIFO) artinya, yang tiba terakhir yang lebih dulu keluar. Misalnya, sistem antrian dalam elevator untuk lantai yang sama.
3)      Service In Random Order (SIRO) artinya, panggilan didasarkan pada peluang secara random, tidak soal siapa yang lebih dulu tiba.
4)      Priority Service (PS) artinya, prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas lebih rendah, meskipun yang terakhir ini kemungkinan sudah lebih dahulu tiba dalam garis tunggu. Kejadian seperti ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang dalam keadaan penyakit lebih berat dibanding dengan orang lain dalam suatu tempat praktek dokter.

2.      Model Antrian
Ada 4 model struktur antrian dasar yang umum terjadi dalam seluruh sistem antrian :
a.      Single Channel – Single Phase
Single Channel berarti hanya ada satu jalur yang memasuki sistem pelayanan atau ada satu fasilitas pelayanan. Single Phase berarti hanya ada satu pelayanan.

 
b.      Single Channel – Multi Phase
Istilah Multi Phase menunjukkan ada dua atau lebih pelayanan yang dilaksanakan secara berurutan (dalam phasephase). Sebagai contoh : pencucian mobil.


 
c.       Multi Channel – Single Phase
Sistem Multi Channel – Single Phase terjadi kapan saja di mana ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh antrian tunggal, sebagai contoh model ini adalah antrian pada pom bensin.

 
d.      Multi Channel – Multi Phase
Sistem Multi Channel – Multi Phase Sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pada setiap tahap sehingga lebih dari satu individu dapat dilayani pada suatu waktu Sebagai contoh, pelayanan kepada pasien di rumah sakit mulai dari pendaftaran, diagnosa, penyembuhan sampai pembayaran. Setiap sistem – sistem ini mempunyai beberapa fasilitas pelayanan pada setiap tahapnya.


Jumat, 23 Maret 2018

solusi kemacetan di jalan akses UI



 RISET OPERASI

 
 

Hammam Harits Wicaksono
13316170
2TA01




Solusi kemacetan jln Komjen Pol M Jasin.

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang kemacetan yang terjadi di Jalan Komjen Pol M Jasin atau yang sering disebut jalan Akses UI ,Depok Jawa Barat. Jalan Akses UI merupakan jalan yang dilalui untuk melakukan berbagai aktivitas seperti berangkat kerja dan melakukan aktifitas perkuliahan oleh warga yang tinggal di daerah Depok maupun Jakarta Timur.
Namun apakah yang menyebabkan terjadinya kemacetan yang sangat parah di Jalan Komjen Pol M Jasin?
 





Sumber : Google maps
Setelah melihat gambar diatas, pasti pembaca akan berpikir bahwa jalan tersebut sudah cukup besar. Jalan raya  Komjen Pol M Jasin ini memang sudah cukup lebar akan tetapi Jalan raya yang tepatnya melewati kali ciliwung ini merupakanpertemuan dari arah margonda, arah lenteng agung maupun dari arah universitas Indonesia.



ANALISA
Jadi menurut saya, kemacetan yang terjadi di ruas jalan akses UI, tepatnya melintasi sungai ciliwung adalah akibat permasalahan sebagai berikut :
1.      Desain jalan yang kurang baik.
2.      Banyaknya adanya dua arus jalan.
3.      Pengaturan lalu lintas yang buruk.
4.      Penyemintan jalan.







 
SOLUSI
Menurut saya ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi adanya kemacetan di Jalan akses UI, salah satunya dengan melebarkan jalan dan jembatan yang melintasi sungai ciliwung. Permasalahan kemacetan juga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain transportasi umum (angkot), mobil pribadi, motor, dan kondisi jalan. Dimana kita bisa menyelesaikan masalah tersebut secara bertahap.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Tugas Kedua Pemidahan Tanah Mekanis

1.      Sebutkan alat-alat berat yang sering digunakan dalam pekerjaan konstruksi!
Jawab :

DOZER merupakan traktor yang dipasangkan blade dibagian depannya. Blade berfungsi untuk mendorong, atau memotong material yang ada didepannya. Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Ada beberapa macam jenis blade yang dipasangkan pada dozer. Pemilihan jenis balde tergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis blade yang umum dipakai adalah straight blade (S-balde), angle blade (A-blade), universal blade (U-blade) dan cushion blade (C-blade).

MOTOR GRADE adalah salah satu jenis traktor dengan fungsi sebagai perata bentuk permukaan tanah, biasanya digunakan dalam proyek jalan untuk membuat kemiringan tertentu suatu ruas jalan. Dengan blade yang dapat diatur tingkat kemiringannya. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan.

EXCAVATOR backhoe atau shovel adalah suatu alat berat yang diperuntukkan memindahkan suatu material, sehingga dapat meringankan pekerjaan yang berat apabila dilakukan dengan tenaga manusia. Dan juga untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga dapat menghemat waktu. Alat berat ini merupakan Alat berat yang paling dikenal oleh masyarakat, karena di setiap kegiatan pemindahan tanah mekanis selalu ada alat seperti ini.

LOADER Adalah mesin yang digunakan untuk memindahkan tanah yang sudah dikumpulkan buldozer ke dump truck. Loader memiliki bentuk yang hampir mirip dengan bulldozer namun bucket loader dapat diangkat dengan ketinggian tertentu dan digunakan sebagai alat pemuat. Loader dapat digunakan untuk material tanah yang telah terurai atau tidak keras. 

TRUK Merupakan alat berat yang berfungsi untuk memindahkan material – material dalam jumlah yang banyak. Ada berbagai jenis truk yang ada di alam semesta ini misalnya dump truck, articulated dump truck, off highway truck

TIANG PANCANG Proyek-proyek besar seperti gedung pencakar langit memerlukan fondasi yang kuat untuk menyangga beban yang besar di atasnya. Jika daya dukung tanah dilokasi tidak memungkinkan untuk menahan beban yang besar,, fondasi semacam ini sangat diperlukan. Bentuk dari pondasi yang umum dipakai sebagai penyangga bangunan adalah pondasi tiang.

DOUBLE DRUM ROLLER terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8-14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya.

PNEUMATIC TIRED ROLLER Roda-roda penggilas jenis ini terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic). Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian depan akan digilas oleh roda bagian belakang. Roda-roda ini menghasilkan "kneading action" (tekanan) terhadap tanah sehingga membantu konsolidasi tanah. Tekanan yang diberikan oleh roda terhadap permukaan tanah dapat diatur dengan cara mengubah tekanan ban. Makin besar tekanan ban, makin besar pula tekanan yang terjadi pada tanah. Sumbu dari roda dapat "bergoyang" mengikuti perubahan permukaan tanah, hal ini dapat memperbesar "kneading action" tadi. Pneumatic tired roller sangat cocok digunakan pada pekerjaan penggilasan bahangranular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai "penggilas antara". Sebaiknya tidak digunakan untuk menggilas lapisan yang berbatu dan tajam karena akan mempercepat kerusakan pada roda-rodanya. Bobotnya dapat ditingkatkan dengan mengisi zat cair atau pasir pada dinding-dinding mesin. Jumlah roda biasanya 9 sampai 19 buah, dengan konfigurasi 9 buah (4 roda depan dan 5 roda belakang), 11 buah (5 roda depan dan 6 roda belakang), 13 buah (6 roda depan dan 7 roda belakang), 15 buah (7 roda depan dan 8 roda belakang).

ASPHALT FINISHER adalah alat untuk menghamparkan campuran aspal yang dihasilkan dari alat produksi aspal. Terdapat dua jenis asphalt finisher yaitu jenis crawler yang menggunakan roda kelabang dan jenis roda karet. Kelebihan dari asphalt finisher roda kelabang adalah dalam hal daya ambang (flotation), traksi, dan penghamparannya lebih halus serta lebih datar dibandingkan asphalt finisher yang menggunakan roda karet dengan ukuran yang sama. Kelebihan dari asphalt finisher roda karet adalah dalam hal manuver yang lebih cepat.

TOWER CRANE merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap, yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting)menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar muatan.Selain itu dapat juga berupa crawler crane, sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi

2.      Jelaskan perbedaan dan persamaan fungsi alat bulldoszer dan motor grader!
Jawab:

Perbedaan fungsi Buldozer dan motor garder, antara lain : 
a)      Buldozer 
·         Menggali
·         Mendorong
·         Menggusur material
·         Menarik   beban
·         Meripping,

b)      Motor Grader
·         Mengupas (stripping) dan meratakan permukaan tanah/jalan
·         Membuat kemiringan pada tanah/jalan
·         Membentuk kemiringan tebing/slope
·         Membuat saluran air secara sederhana
Untuk pekerjaan konstruksi penggalian bulldozer dan motor grader mempunyai kesamaan,  meliputi sama-sama memiliki pisau atau istilahnya blade yang fungsinya untuk pemindah dan meratakan tanah yang bergelombang, adapun fungsi lain dari bulldozer adalah untuk menggali, mendorong dan menarik material.

3.      Jelaskan cara kerja Bulldozer!
Jawab:
1.               Memasukan kunci kedalam kontak kunci dan putar ke kanan untuk
menghidupkan mesin.
2.               Menarik tuas kontrol transmisi, biasanya ada di sisi kiri kursi pengemudi. dorong kedepan untuk mengubah transmisi ke forward atau tarik kembali untuk merubah transmisi ke reverse.
3.             Menyesuaikan gigi transmisi dengan kecepatan yang dikehendaki
4.             Kontrol blade dengan blade controller yang biasanya terlatak pada sisi kanan
kursi pengemudi. Mendorong kontroler kedepan untuk menurunkan blade atau
Tarik untuk menaikan blade.

4.      Jelaskan cara kerca excavator!
Jawab:
Bagian Dasar Alat Kontrol Excavator :
a. Tuas / Panel di sebelah Kanan : Untuk mengoperasikan bucket dan boom
·          Jika tuas didorong ke depan maka akan menurunkan boom
·          Jika tuas ditarik ke belakang maka akan menaikan boom
·          Jika tuas digeser ke kiri maka akan menutup bucket
·          Jika tuas digeser ke kanan maka akan membuka bucket
b. Tuas / Panel di Sebelah Kiri : Untuk mengoperasikan arah kabin dan arm
·          Jika tuas didorong ke depan maka akan menurunkan arm
·          Jika tuas ditarik ke belakang maka akan menaikan arm
·          Jika tuas digeser ke kiri maka akan menggeser kabin ke kiri
·          Jika tuas digeser ke kanan maka akan menggeser kabin ke kanan
c. Lock / Shut-Off Lever (biasanya berada di paling kiri) : Untuk mengunci tuas / panel
excavator
·          Jika tuas ditarik ke atas maka akan mengunci seluruh kegiatan excavator
·          Jika tuas didorong ke bawah maka excavator dapat dioperasikan kembali
d. Tuas / Pedal Track kiri dan kanan (berada di depan) : Untuk maju / mundur dan belok
track excavator
·          Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke belakang maka excavator akan maju
·          Jika kedua tuas ditarik bersamaan ke depan maka excavator akan mundur
·          Jika tuas kanan ditarik ke belakang maka excavator akan belok ke kiri
·          Jika tuas kiri ditarik ke belakang maka excavator akan belok ke kanan

5.      Jelaskan perbedaan fungsi alat berat Dum truk dengan Trailer?
Jawab:
            DUM TRUK
Dump Truck berfunsi sebagai alat angkut material-material bangunan (tanah, besi
tulangan, semen, batu bata, dll)
TRAILER
Trailer berfungsi juga sebagai alat angkut, namun dengan kapasitas dan berat diatas
dump truck. Misalnya, sebagai alat angkut alat berat.